Minggu, 06 April 2014

INILAH SYARAT SURAT SUARA SAH PEMILU LEGISLATIF 2014

Berikut surat suara yang dianggap sah pada Pemilu Legislatif 2014 :

  1. Mencoblos di nomor urut, tanda gambar dan nama parpol, maka suaranya dihitung satu untuk parpol;
  2. Mencoblos di nomor urut dan nama caleg maka suaranya dihitung satu untuk  caleg;
  3. Mencoblos di nomor urut, tanda gambar dan nama parpol dan mencoblos di kolom nomor urut dan nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk caleg;
  4. Mencoblos di nomor urut, tanda gambar dan nama parpol serta lebih dari satu nomor urut pada nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk parpol;
  5. Mencoblos di lebih dari satu nomor urut dan nama caleg parpol yang sama, maka suaranya dihitung satu untuk parpol;
  6. Mencoblos lebih dari satu nomor urut, tanda gambar dan nama caleg, maka suaranya dihitung satu untuk parpol;
  7. Mencoblos lebih dari satu kali pada nomor urut dan nama caleg pada satu  parpol, maka suaranya dihitung satu untuk caleg tersebut;
  8. Mencoblos di garis di antara kolom yang memuat dua nomor urut dan nama caleg di satu parpol, maka suara dianggap sah untuk satu parpol;
  9. Mencoblos di garis yang memuat nomor urut dan nama caleg, maka suara dianggap satu untuk parpol;
  10. Mencoblos di garis yang memuat satu nomor urut dan nama caleg, maka suara dianggap satu untuk caleg;
  11. Mencoblos di kolom abu-abu di antara nomor urut dan nama caleg pada satu parpol, maka suara dianggap sah satu untuk parpol;
  12. Mencoblos di kolom abu-abu di bawah nomor urut dan nama caleg terakhir pada satu parpol, maka suara dihitung satu untuk parpol;
  13. Mencoblos di kolom nomor urut dan nama caleg yang sudah didiskualifikasi, maka suara dianggap sah untuk parpol;
  14. Mencoblos di kolom nomor urut dan nama caleg yang sudah meninggal dunia, maka suara dihitung satu untuk parpol;
  15. Mencoblos di kolom nomor urut, tanda gambar dan nama parpol yang tidak memiliki daftar caleg, maka suara dianggap sah satu untuk parpol.(-sly-)

DISTRIBUSI LOGISTIK PEMILU LEGISLATIF 2014 DI KOTA TEGAL

Sabtu, 05 April 2014, Komisi Pemilihan Umum Kota Tegal telah mendistribusikan logistik untuk digunakan dalam Pemilu Legislatif Tahun 2014. Distribusi logistik berjalan selama dua hari, yaitu tanggal 4 sampai 5 April 2014. Logistik tersebut dikirim ke empat Kecamatan yang ada di Kota Tegal, tanggal empat logistik dikirimke Kecamatan Tegal Selatan dan Margadana, sedangkan tanggal lima untuk Kecamatan Tegal Barat dan Tegal Timur.
Logistik yang dikirim antara lain terdiri dari suarat suara, kotak suara, bilik dan pengait, serta kebutuhan TPS lainnya. Kebutuhan logistik untuk 483 TPS sudah terpenuhi, sehingga dari PPK dapat mendistribusikan langsung kepada PPS. Logistik ini akan siap di TPS yaitu H-1 atau tanggal 8 April 2014, dengan demikian masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya akan dapat terlayani dengan baik. Semoga Pemilu ini akan berjalan dengan lancar dan tingkat partisipasi pemilih juga meningkat dari pemilu sebelumnya. (-sly-)

Selasa, 01 April 2014

Kamis, 20 Maret 2014

PENGUMUMAN


Senin, 17 Maret 2014

JADWAL DAN LOKASI KAMPANYE PEMILU LEGISLATIF TAHUN 2014 DI KOTA TEGAL



KIRAB PARTAI POLITIK PESERTA PEMILU TAHUN 2014

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tegal menggelar Kirab Kampanye pada Sabtu 15 Maret 2014 kemarin, acara yang diikuti seluruh Partai Politik peserta Pemilu 2014, perwakilan dari KPU, dan simpatisan partai politik. Acara tersebut bertujuan untuk mensosialisasikan Partai Politik Peserta Pemilu 2014 kepada masyarakat terkait Pemilu 9 April 2014 nanti serta meningkatkan jumlah partisipasi pemilih. Kirab ini  merupakan wujud sosialisasi pengenalan kepada masyarakat dan sebagai simbol dibukanya awal kampanye politik 2014.
Lewat kirab ini, masyarakat bisa mengetahui parpol-parpol peserta Pemilu pada 9 April 2014 mendatang. Ketua KPU Kota Tegal, KH. Saifuddin Zuhri m, S. Ag, menyatakan bahwa kirab ini menjadi tanda dimulainya kampanye politik menjelang Pileg 9 April 2014 nanti. “Kirap kampanye ini diikuti puluhan mobil dan seluruh parpol peserta Pemilu 2014,” katanya.
Kirab ini dimulai dari GOR Wisanggeni dan finish di Alun-alun Kota Tegal, rute pada acara ini yaitu melewati seluruh jalan protokol yang ada di 4 (empat) Kecamatan di Kota Tegal. Acara ini dimulai pada pukul 13.30 WIB diawali dengan pembacaan dan dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi damai oleh perwakilan 12 Partai Politik Peserta Pemilu 2014 di Kota Tegal. Semoga dengan adanya acara ini, kampanye di Kota Tegal akan berlangsung dengan kondusif dan tingkat partisipasi pemilih juga meningkat dari Pemilu sebelumnya. (-sly-)

Minggu, 09 Maret 2014

JALAN SEHAT MENUJU PEMILU TAHUN 2014

Tegal, 09 Maret 2014 Komisi Pemilihan Umum Kota Tegal menyelenggarakan Gerak Jalan Sehat Menuju Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014 yang akan dilaksanakan pada tanggal 09 April 2014 nanti.
Jalan sehat ini melibatkan seluruh penyelenggara Pemilu di Kota Tegal mulai dari KPU, PPK, PPS, Calon Anggota KPPS, Panwaslu, Forkompinda Kota Tegal, serta warga masyarakat se Kota Tegal. Jumlah seluruh peserta mencapai 1.500 orang.
Acara ini dimulai pada pukul 06.30 WIB yang start dipimpin oleh Ketua KPU Kota Tegal KH. Saifuddin Zuhri Madrais, S. Ag, rute yang dilalui adalah sekitar kantor KPU Kota Tegal. Panitia menyiapkan sejumlah hadiah undian untuk memberi semangat para peserta, diantaranya lemari es, mesin cuci, tv led, kompor gas, dll.
Selain hadiah, panitia pun menyiapkan hiburan berupa live musik yang siap menghibur para peserta. Semoga dengan adanya acara ini tingkat partisipasi pemilih di Kota Tegal akan meningkat, sehingga segala upaya yang dilakukan oleh KPU Kota Tegal akan memberikan hasil nyata yang membanggakan. (-sly-)  

Selasa, 17 Desember 2013

MAHKAMAH KONSTITUSI TOLAK PERMOHONAN HASIL PILWALKOT TEGAL 2013

Mahkamah Konstitusi (MK) menolak permohonan yang diajukan petahana Walikota Tegal 2008-2013, Ikmal Jaya yang berpasangan dengan Ketua DPRD 2009-2014, Edy Suripno, Senin, 16/12/2013. Dalam sidang pengucapan putusan perkara nomor 181/PHPU.D-XI/2013 dipimpin oleh Ketua MK Hamdan Zoelva, MK berpendapat bukti-bukti di persidangan tidak terbukti dan beralasan hukum.
Dalam pertimbangannya, Mahkamah menilai tidak menemukan bukti Pihak Terkait, pasangan Siti Mashita-Nursholeh, melakukan kampanye secara terselubung, lebih awal sebelum tahapan penyelenggaraan kampanye Pemilukada dengan cara mengadakan jalan santai pada Minggu, 6 Oktober 2013, di GOR Wisanggeni, dan membagi-bagikan hadiah. Selain itu, Mahkamah tidak menemukan bukti bahwa Pihak Terkait melakukan kampanye di luar jadwal yang dilakukan di Jalan Mataram, Politeknik Harapan Bersama.
Menurut Mahkamah, tuduhan pasangan Ikmal-Edy tidak didukung oleh bukti yang dapat membuktikan bahwa kampanye lebih awal tersebut benar terjadi dan berpengaruh secara signifikan kepada pemilih yang pada akhirnya berpengaruh pada perolehan suara masing-masing pasangan calon. Oleh karena itu, Mahkamah menilai dalil Pemohon tersebut tidak beralasan menurut hukum.
Terhadap dalil Pemohon yang menyatakan bahwa Ketua KPU dan Ketua PPK Kecamatan Tegal Barat melakukan intimidasi kepada saksi pasangan calon nomor urut 1, Pemohon dalam perkara ini, menurut Mahkamah, dalil tersebut tidak dibuktikan dengan bukti yang meyakinkan Mahkamah bahwa hal itu dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif, sehingga secara signifikan mempengaruhi perolehan suara masing-masing pasangan calon. Bahkan fakta persidangan membuktikan bahwa tidak ada intimidasi selama penyelenggaraan Pemilukada Kota Tegal tahun 2013.
Berkenaan dengan dalil tentang adanya surat suara tidak sah, menurut Mahkamah, sesuai dengan fakta persidangan, tidak terdapat bukti yang meyakinkan bahwa coblos tembus tersebut dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif oleh Termohon untuk menguntungkan salah satu pasangan calon, apalagi menurut keterangan saksi Pemohon Setia Budi Harto, terkait surat suara coblos tembus tersebut, saksi tidak mengajukan keberatan dan saksi masing-masing pasangan calon menandatangani formulir rekapitulasi penghitungan surat suara dan salinannya, sehingga menurut Mahkamah, dalil Pemohon tersebut tidak beralasan menurut hukum.
Sementara terhadap dalil adanya pencoblosan sisa surat surat suara tidak terpakai untuk pasangan calon nomor urut 3 (Pihak Terkait) yang dilakukan oleh petugas Tempat Pemungutan Suara (TPS), sesuai bukti dan fakta persidangan, menurut Mahkamah, dalil tersebut tidak dibuktikan dengan bukti yang meyakinkan bahwa hal itu dilakukan secara terstruktur, sistematis, dan masif untuk keuntungan salah satu pasangan calon sehingga signifikan mempengaruhi perolehan suara. Oleh karena itu, Mahkamah berpendapat dalil Pemohon tersebut tidak beralasan menurut hukum.
Pemohon Ikmal-Edy juga mendalilkan bahwa pasangan Siti Mashita-Nursholeh membentuk tim pemenangan “Tegal Bersinar” secara sistematis, terstuktur, dan masif mulai dari tingkat koordinator RT (Korte), koordinator RW (Korwe), koordinator kelurahan (Korkel), dan koordinator kecamatan (Korcam), yang meliputi Kecamatan Tegal Selatan, Kecamatan Margadana, Kecamatan Tegal Barat, dan Kecamatan Tegal Timur dengan melibatkan ketua Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), anggota KPPS, serta pengurus RT/RW. Bahkan, tim pemenangan Tegal Bersinar melakukan pelanggaran politik uang dengan cara mengumpulkan fotokopi KK dan KTP, kemudian membagikan uang kepada warga yang memberikan fotokopi KK dan KTP. Untuk memperkuat dalilnya tersebut, Pemohon mengajukan sejumlah bukti surat/tulisan, serta beberapa saksi.
Setelah memeriksa sesecara seksama sesuai fakta persidangan, Mahkamah menemukan benar ada Tim Pemenangan Tegal Bersinar, namun tidak ada bukti yang meyakinkan bahwa Tim Pemenangan Tegal Bersinar adalah atas perintah atau keinginan dari Pihak Terkait. Menurut Mahkamah Tim Pemenangan Tegal Bersinar adalah atas inisiatif sendiri dari Amir Mirza dan Suprianto. Kalaupun benar Tim Pemenangan Tegal Bersinar adalah atas upaya dan arahan dari Pihak Terkait, Mahkamah menilai, tindakan tersebut bukanlah pelanggaran hukum, sepanjang tindakan tersebut tidak terbukti secara sistematis, terstruktur, dan masif dilakukan pelanggaran Pemilukada.
Bahkan sesuai fakta dalam persidangan, saksi-saksi Pemohon memang menerangkan adanya Tim Pemenangan Tegal Bersinar, akan tetapi dari keterangan saksi Pemohon tersebut, Mahkamah tidak mendapatkan rangkaian fakta bahwa hal itu memengaruhi pemilih menggunakan atau tidak menggunakan hak pilihnya untuk memilih salah satu pasangan calon yang pada akhirnya berpengaruh pada perolehan suara.
Berdasar pertimbangan tersebut MK menolak permohonan pasangan Ikmal-Edy, dengan demikian keputusan KPU Kota Tegal yang menetapkan pasangan Siti Mashita-Nursholeh sebagai pasangan calon terpilih Walikota-Wakil Walikota Tegal 2013-2018 telah sah menurut hukum.

Minggu, 27 Oktober 2013

HASIL SEMENTARA HITUNG CEPAT PILWALKOT TEGAL 2013

Tegal, 27 Oktober 2013 Komisi Pemilihan Umum Kota Tegal telah melakukan hitung cepat Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Tegal Tahun 2013 dengan hasil sebagai berikut pasangan nomor urut 1. H. Ikmal Jaya, SE, Ak dan H. Edy Suripno, SH memperoleh 30.471 suara (39,37 %), pasangan nomor urut 2. Muhamad Jumadi, ST, MM dan Ir. Muhammad Wahyudi memperoleh 7.016 suara (9,07 %), pasangan nomor urut 3. Hj. Siti Mashita Soeparno dan Drs. HM. Nursholeh, MMPd memperoleh 35.006 suara (45,23 %), pasangan nomor urut 4. Hendria Priatmana, SE dan Hj. Endang Sutarsih, SH memperoleh 4.091 suara (6,33 %).
Akan tetapi ini merupakan penghitungan suara sementara dengan jumlah suara masuk sebesar 77.625 atau sekitar 70 % dari seluruh suara yang masuk, untuk hasil penghitungan suara keseluruhan akan dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum Kota Tegal pada tanggal 2 atau 3 Nopember 2013. (-sly-)   

Sabtu, 28 September 2013

SPESIMEN SURAT SUARA PILWALKOT TEGAL SUDAH JADI

Tegal, 28 September 2013, Komisi Pemilihan Umum Kota Tegal telah membuat Spesimen Surat Suara Pemilihan Umum Walikota dan Wakil Walikota Tegal Tahun 2013.
Surat Suara ini telah mendapat persetujuan dari Pasangan Calon/Perwakilan Pasangan Calon sehingga akan segera dicetak sesuai kebutuhan oleh Komisi Pemilihan Umum Kota Tegal, dengan adanya Spesimen ini diharapkan dapat menjadi media sosialisasi baik bagi Komisi Pemilihan Kota Tegal maupun dari para Pasangan Calon beserta Tim Kampanyenya.
Semoga dengan sosialisasi yang intensif akan dapat meningkatkan jumlah pemilih yang akan menggunakan hak suaranya, sehingga tingkat partisipasi masyarakat akan tinggi. (-sly-)